Jumat, 12 Mei 2017

[MBTI in Anime] Nishizumi Miho (ESTP)

HORMAT GRAK!


Ngelantur Sebentar:


"I used to only think about winning. So, once I lost, I wanted to run away from senshadou." - Nishizumi Miho (Girls und Panzer, episode 7)


Dari laut, saya mau "mendarat" ke serial yang masih menampilkan banyak tembak-tembakan, namun dengan tank. Kali ini saya akan menganalisis karakter yang sama-sama leader, dedek komandan Nishizumi Miho. Sang mini-Rommel yang ahli dalam membuat rencana-rencana yang edan dan memanfaatkan medan pertempuran apapun menjadi keuntungan bagi timnya.

Curhat sejenak, saya sempet mengalami kesulitan memastikan deretan fungsi kognitif yang dimiliki Miho. Yang dipertimbangkan antara lain ISFJ, ENTP, ISTP, dan... pada akhirnya saya menyimpulkan kalo Miho adalah seorang ESTP (Se-Ti-Fe-Ni). Seorang ESTP yang bisa dibilang cukup dewasa, mungkin karena seumur hidup berada di lingkungan bernuansa fungsi thinker banget sehingga fungsi auxiliary Ti dirinya bisa dipergunakan dengan baik dan dominan Se yang ditempa menjadi lebih terkendali.

Mungkin ada beberapa di antara Anda yang menganggap Miho itu introvert karena nggak melihat kecenderungan bawel atau aktif, sehingga seharusnya tipenya adalah Ixxx. Sayangnya... bukan begitu cara menilainya. Tapi saya juga nggak bisa menyalahkan sepenuhnya karena keseluruhan anime memang nggak berfokus ke penggalian mendalam tentang karakternya, sehingga data primer yang bisa diperoleh adalah perilaku yang tampak dari luar. Memang perlu ketelitian ekstra untuk menentukan Miho sebagai pengguna fungsi dominan extrovert.

Well, tapi seperti kata saya di sini, Anda boleh banget meng-counter argumen saya sesuai teorinya seandainya penilaian saya nggak pas.

Tanpa berlama-lama lagi, langsung ke fungsi kognitif!

Note: Screenshot berasal dari file hasil encoding project-gxs untuk serial, dengan terjemahan dari fansub DmonHiro (using Hiryuu fansub v2 scripts). Untuk screenshot OVA, berasal dari file terjemahan fansub Commie. Untuk screenshot movie (der Film), diambil dari file terjemahan AK-Submarines.



Saya jadi doyan denger kata-kata ini... PANZER VOOOOORRR



Fungsi Kognitif:


Dominant: Extraverted Sensing (Se)

Di awal serial Girls und Panzer, Miho tampak sebagai orang yang ceroboh dan gampang teralihkan perhatiannya oleh data-data sensorik sepele di sekitarnya. Karena itu, jika dilihat sekilas sepertinya dia bukan pengguna dominan Se (bisa jadi ada pada slot-slot di bawahnya karena modal reaktif doang). Namun sekali lagi, perlu ketelitian ekstra untuk menyimpulkannya karena ada SATU hal yang harus dipertimbangkan.

Apa itu?

Miho sedang berada dalam periode grip alias "dikunci" fungsi inferiornya (Ni)!

Ini bukan ngasal apalagi tebak-tebakan tank Sherman (apalagi ini wkawkakwak #plak). Perlu diketahui kalo Miho menghindari senshadou di awal-awal serial. Fungsi Se yang sedang "dikunci" Ni bisa punya kecenderungan berusaha sekuat mungkin untuk menghindari data sensorik (Se) yang membuatnya gagal, semata-mata supaya nggak ketemu data sensorik yang sama tanpa beralih ke kegiatan yang memiliki arti/makna abstrak secara personal (Ni). Inget, selama di Kuromorimine dia diwajibkan menang sebagai prioritas utama, yang saya lihat di sini merupakan "maksa ngasih makan" Ni dengan cara yang nggak sesuai dengan stack fungsi kognitifnya. Begitu kalah, udah deh langsung bablas pengen kabur aja, dikarenakan ego fungsi Se ingin secepat mungkin "mendapatkan harga dirinya kembali" setelah lama dikekang oleh "filosofi" Ni yang bukan berasal dari diri sendiri. Ini juga bukan pesimisme ala inferior Ne karena inferior Ne melihat kegagalan di setiap kemungkinan pada suatu kejadian/masalah karena berbeda dengan apa yang dia ketahui/alami/tekuni/rencanakan.

Tetapi... nggak lama kemudian, fungsi Se Miho menunjukkan taringnya.

She's EXTREMELY GOOD at using the function. Fungsi Se Miho bisa saya katakan udah tergolong dewasa karena bisa sangat fokus pada data sensorik yang diperlukan untuk penyelesaian masalah, nggak sekedar terjun langsung untuk "menikmati sekitar". Se memberinya data saat ini sehingga (tandem dengan inferior Ni) dia selalu tahu kapan harus maju, kapan harus menyerbu, kapan harus mundur, kapan harus melakukan manuver tertentu, kapan harus mengeksekusi rencana tertentu... dan bisa sangat fleksibel dalam mengikuti rencana (tandem dengan Ti) tergantung kondisi dan situasi real-time yang ada. Untuk yang ini saya nggak bisa yakin-yakin banget karena soal perencanaan di anime selalu ditayangkan nggak mendetail, sehingga saya berasumsi kalo yang dilakukan Miho cuma planning secara general aja tanpa plan B, C, D, E, dan seterusnya.

Ironisnya, fungsi yang digunakan untuk menghindari senshadou malah menjadi ujung tombak yang mumpuni untuk memenangkan pertandingan senshadou!

Oh ya, di movie-nya saat flashback, saya melihat Miho lebih energik dibanding kakaknya (yang tampak lebih kalem). Itu jadi salah satu faktor tambahan bagi saya untuk menyimpulkan kalo fungsi pertama yang bisa dia gunakan dengan leluasa adalah Se.

Dan final trigger yang membuat saya yakin kalo Se merupakan fungsi dominan Miho adalah ketika kakaknya mengomentari strategi dia yang terlalu by the book (Si-Te banget) di movie, yang dianggapnya "bukan Miho banget". Setelah itu, timnya perlahan berhasil membalikkan keadaan. Miho kembali menjadi dirinya sendiri karena sukses memanfaatkan medan di depan matanya dengan baik.


With this, I'm sure she's Se-user, not Si.


Auxiliary: Introverted Thinking (Ti)

Nggak bisa dibantah lagi, duet Se-Ti Miho di anime ini adalah hal kedua yang bikin saya histeris jejeritan antusias sewaktu menonton selain aspek audiovisualnya.

Oh ya, sebelumnya saya akan sedikit menyinggung fungsi Te dalam hal perencanaan. Te berfokus pada standar objektif eksternal yang dalam hal ini adalah hasil pertandingan, sehingga strategi dan taktik yang dibuat selalu mempertimbangkan apakah rencana yang dipikirkan akan mendatangkan kemenangan dengan cara-cara yang paling efisien. Te membuat rencana dengan sequence begini: "Jika hasil nggak bisa dicapai dengan rencana A, beralih ke rencana B. Nggak bisa juga, ke rencana C," dan seterusnya, dengan resiko kehilangan kemampuan untuk menangani situasi nggak terduga SEANDAINYA ada yang lupa/dirasa nggak relevan untuk diperhitungkan. Bisa dilihat pada Kuromorimine yang langsung berantakan ketika digangguin Hetzer, plus nggak siaga dengan track yang gampang copot karena berharap akan menghadapi sesama tank kelas berat milik Pravda di final. Tetapi! Udah siaga dengan Panzer VIII Maus super gaharnya itu ketika semua odds berbalik merugikan.

Gimana dengan Miho? Nggak demikian. Saya melihatnya berbeda dengan planning ala Te tersebut.

Kemenangan memang suatu kewajiban di anime ini (karena ceritanya didesain demikian), namun cara Miho mencapai kemenangan bukan dengan memikirkan cara paling efisien untuk mencapai kemenangan, TETAPI memahami secara mendalam kekuatan dan kelemahan baik tim sendiri maupun tim lawan. Ini sesuai dengan nature Ti yang jagonya dalam mendeteksi inkonsistensi, yang kali ini dipakai setelah mendapatkan cukup input sensorik dari Se.

Nggak percaya?

Pertama, saat latih tanding dengan St. Gloriana, Miho segera memerintahkan untuk mengeksekusi urban warfare ("Motto Kosokoso Sakusen" alias "Operation Sneakier") ketika kondisi di kill zone berubah nggak kondusif.

Kedua, keputusannya untuk segera mengganti mode komunikasi dengan telepon seluler setelah tahu kalo komunikasi radio disadap lawan. Siapa pula yang bisa nyadap sinyal hape pake peralatan radio? Ti juga memampukannya untuk mengambil kesimpulan kalo nggak masalah ditembak terus-terusan sama gerombolan Sherman karena mereka menembak sambil bergerak. Ti membantunya tetap tenang!

Ketiga, sewaktu menghadapi Anzio, yang dia lakukan adalah riset mengenai spesifikasi tank P40. Ini sesuai dengan nature Ti yang ingin tahu secara mendalam, yang pada kasus ini sangat penting karena Miho nggak pernah menemui tank itu sebelumnya. Kesimpulan kilat yang dia dapet setelah tahu "tipuan"nya Anzio juga kontribusi fungsi ini.

Keempat, sewaktu melawan Pravda, dia bisa menyimpulkan secara logis kalo susunan tank-tank musuh yang mencegatnya di pintu keluar cuma jebakan. Walhasil? Nggak kemakan jebakan, terobos pake perhitungan, dan akhirnya meraih kemenangan. Dia juga mempercayakan (tandem Ti-Fe) tim ketua OSIS dengan 38(t)-nya untuk mengacau di tengah kerumunan T-34 dan IS-2, yang cukup sukses memperlambat lawan.

Kelima, sewaktu melawan Kuromorimine... banyak. Nyeret rame-rame Porsche Tiger pake kawat baja, ninggalin Hetzer di luar formasi buat ngacak-ngacak formasi musuh di waktu tertentu, sampai bisa bikin Maus yang segede gaban nggak berkutik... Semuanya karena dia memahami kekuatan dan kelemahan baik timnya maupun lawan. Bukan karena kecepatan bermanuver, battle doctrine yang solid, formasi yang rigid, ataupun superior firepower.

Terakhir, sempet dikomentari Yukari di episode 10.5, Miho ahli dalam menganalisis medan pertempuran sehingga bisa mengira-ngira posisi musuh. Saya melihat hal tersebut sebagai hipotesis berbasis Se-Ti.

Kayaknya nggak perlu lagi saya beri contoh di movie-nya ya?

Taktik itu dikenal juga dengan sebutan double envelopment/pincer movement.



Tertiary: Extraverted Feeling (Fe)

Nah, ini dia fungsi dari diri Miho yang dikorek cukup mendalam pada keseluruhan serial TV anime Girls und Panzer. Saya katakan demikian karena dia punya keinginan untuk terkoneksi dengan orang lain dan nggak bermasalah dalam kerjasama tim, tetapi beberapa kali bermanifestasi secara salah. Lewat serentetan peristiwa, akhirnya dia berhasil menggunakan 3 stack fungsi (Se-Ti-Fe) secara baik untuk menghasilkan kemenangan yang manis.

Di awal-awal anime, Miho keliatan banget ingin punya temen deket, yang di sini saya melihatnya sebagai dorongan Fe yang udah "mewek-mewek" minta dikasih makan. Fungsi ini juga membuatnya nggak tega dengan perilaku Saori dan Hana yang mati-matian belain dirinya saat diteken trio student council, plus sikapnya yang lumayan ekspresif.

Sekali lagi, fungsi di slot tertiary bisa dikatakan sangat rawan untuk menjadi jalan pintas (nggak pake auxiliary dulu) dalam masalah-masalah krusial karena nature-nya yang udah pasti sama dengan fungsi dominan. Dalam kasus ini, Se yang langsung menggunakan Fe tanpa Ti terlebih dahulu.

Karena fungsi yang digunakan sama (hanya beda urutan), manifestasi perilaku Miho saat nge-bypass Ti langsung ke Fe mirip-mirip dengan dedek kapten kapal di anime sebelah. Bedanya? Kalo dedek kapten nggak "meresapi" data sensorik terlebih dulu untuk membuat ide berdasarkan eureka moment (Fe-Ni-Se), Miho nggak mempertimbangkan apakah temennya yang berada dalam bahaya bisa diselamatkan dengan cara yang lebih aman (Se-Ti-Fe). Namun setelah melewati serangkaian kejadian dari nggak pengen ikut senshadou sampai akhirnya masuk final, fungsi ini ditempa menjadi lebih baik. Bandingkan dengan episode 11 ketika fungsi Fe Miho (lagi-lagi) ingin menyelamatkan rekannya, TETAPI kali ini memikirkan rencana yang matang dengan melibatkan seluruh timnya. Hasilnya pun berbeda banget dengan apa yang dialaminya di Kuromorimine.

Bukan cuma dalam soal "terjun langsung", stack jumping Se langsung ke Fe juga tampak di episode 8 sebelum menghadapi Pravda. Inget, Fe punya fokus pada elemen-elemen manusia di luar diri sendiri, yang dalam kasus ini berarti "atmosfer emosional". Di episode tersebut, Se "dipaksa fleksibel" dengan mempertimbangkan semangat yang dipancarkan temen-temennya yang pengen langsung hajar terobos bablas duar secepet mungkin, padahal Miho udah punya rencana sendiri sebelumnya dengan menghadapi segala sesuatunya secara hati-hati.

Lagi-lagi mirip dengan dedek kapten kapal anime sebelah, fungsi tertiary Miho ini juga sukses digunakan dalam kondisi yang nggak berbahaya. Bisa dilihat dari dirinya yang berani malu demi mendongkrak morale temen-temennya yang runtuh karena cuaca dingin.

Oh ya, Fe di slot bawah juga bukan ahlinya dalam mendeteksi atmosfer emosional yang nggak ekspresif, sehingga Miho sempet bingung dengan apa sebenernya yang mau diomongin ketua OSIS and the gang sambil makan bareng. Dengan kata lain, agak dense.

Hayo tebak? Kalo berhasil, dua juta rupiah bisa dibawa pulang! #ngarang


Inferior: Introverted iNtuition (Ni)

Kalo diamati, Miho seakan nggak punya pemahaman abstrak yang future-oriented ataupun grand vision (ini keahliannya dominan Ni). Tetapi apakah perwujudan fungsi Ni inferiornya ini nggak keliatan sama sekali?

Kuuuu... rang tepat. Memang nggak signifikan keliatannya, tetapi akan tampak kalo diperhatikan secara teliti. Ada 2 manifestasi Ni yang saya lihat.

Pertama, battle instinct. Ni bekerja dengan "menerjemahkan" data sensorik menjadi pemahaman abstrak tunggal yang future-oriented. Jika di dominan, maka yang terjadi adalah pandangan abstrak yang bisa jadi berbeda dengan realita yang ada. Tetapi! Makin turun slotnya, Ni akan berfungsi sebagai "firasat". Suatu firasat juga merupakan terjemahan abstrak tunggal, namun jauh lebih sulit dijelaskan dibanding penerjemahan realita menjadi pemahaman pribadi ataupun visi super besar (dan nggak menutup kemungkinan untuk ngambang dan nggak realistis). Secara diam-diam fungsi Ni inilah yang "menggelitik" dominan Se jauh di atasnya setiap kali ada masalah. Se menangkap data sensorik, lalu Ni menerjemahkannya menjadi sesuatu seperti "serang, mundur, menghindar, maju terus, jalan ke sini, jalan ke situ," dan lain-lain. Paling jelas terlihat adalah ketika dia sekejap menyadari kalo ada alat penyadap komunikasi radio sewaktu menghadapi Saunders dan menyadari kalo rencananya berjalan terlalu mulus saat melawan Pravda.

Kedua! Yang ini tergolong implisit, karena saya melakukan deduksi dari apa yang saya tonton tanpa ada penjelasan langsung di anime. Kita semua yang udah nonton pasti tau kalo di awal-awal Miho berusaha sebisa mungkin untuk menghindari senshadou karena pemahaman abstrak-nya yang seperti saya katakan sebelumnya, dipaksa oleh tradisi senshadou keluarga Nishizumi. Begitu lepas dari keluarga, dia nggak serta merta sengaja mencari makna personal/visi ke depan/pemahaman abstrak tentang olahraga tersebut. Dia hanya mengikuti arus (meski awalnya agak reluctant) dan kemudian menemukan arti tersendiri mengenai senshadou, yaitu nggak boleh melupakan unsur fun, setelah stack ketiga fungsi di atasnya dibangun menjadi lebih sehat secara psikologis. Dari hal tersebut, saya berkesimpulan kalo senshadou Miho merupakan sintesis dari 3 unsur: kepiawaian membaca medan (Se), perencanaan yang fleksibel dan eksploitatif (Ti), dan harus dirasa menyenangkan bagi yang melakukannya (Fe). Dengan kata lain, Miho hanya perlu mengatur ulang sudut pandangnya (Ni) tentang apa yang dia hindari dan... voila! Jadilah seorang komandan taktis yang sangat mumpuni di lapangan!

Inget, "gut feeling" nggak selamanya salah.




Kenapa Bukan Tipe Lain?

IMO, ISTP adalah yang paling viable jika ada yang berpendapat berbeda karena cara Miho menangani Senshadou itu sangat Se-Ti/Ti-Se dan saya bisa ngerti seandainya ada yang berpendapat kalo Miho itu punya Fe sebagai fungsi inferior. Tapi... saya sulit banget melihatnya sebagai tipe lain selain xSTP. Dan pada akhirnya, saya memutuskan Miho sebagai ESTP.

Pertimbangannya ada beberapa:
  1. Miho nggak punya doktrin tersendiri tentang senshadou selepas meninggalkan keluarganya. Nggak ada sekalipun hal secara eksplisit ataupun implisit yang menggambarkan Miho punya fixed battle doctrine yang harus dijalanin mentah-mentah, yang artinya dia mustahil dominan Si. Auxiliary Si pun hampir nggak mungkin.
  2. Nishizumi style itu Si-Te/Te-Si banget. Harus sesuai strategi awal, mengandalkan firepower dan kecepatan bermanuver, serta keliatan imposing saat menghadapi lawan, yang... keliatannya Miho nggak ridho buat menerimanya.
  3. Miho itu thinker BANGET. Caranya dalam mengambil keputusan nggak pernah punya prioritas pertama dan utama elemen manusia secara etis atau emosional, pokoknya gimana supaya timnya bisa meraih kemenangan dengan kekuatan terbatas.
  4. Miho nggak punya Te di 4 slot awal. Seandainya Te ada di slot dominan, maka Se harus jatoh di tertiary. Sayangnya itu lebih mustahil lagi karena Miho sangat mengedepankan pengamatan medan, bahkan sangat menghargai proses pengintaian jika ada sesuatu yang dia nggak bisa amati langsung.
  5. Jika saya maksa menaruh Te di auxiliary, maka Miho akan punya dobel fungsi extrovert di 2 slot awal. Impossible. Bisa-bisa Carl Jung bangkit dari kubur buat maki-maki saya karena salah memahami.
  6. Te di tertiary (alias Fi di auxiliary)? Juga mustahil, karena Miho nggak menetapkan strategi berdasarkan "benar/salah" secara moral personal kemudian mengungkapkannya secara langsung. Dia pasti menganalisis tanpa bias personal lebih dulu.
  7. Te di inferior (alias Fi di slot dominan)? Lebih-lebih deh. Itu berarti Miho nggak aware dengan fungsi thinking-nya. Inget, alasan utama dan pertamanya dalam membuat rencana adalah murni untuk gaining the upper hand, bukan masalah dirinya ngerasa itu bener apa nggak secara moral personal (Fi). Kalo ada unsur-unsur manusia yang dipertimbangkan, itu selalu terjadi setelah penyusunan strategi.
  8. Miho nggak punya extraverted intuition (Ne) di 2 slot awal. Seandainya dia ENTP (Ne-Ti) atau INTP (Ti-Ne), Miho akan lebih senang "berandai-andai" dan lebih tertarik untuk menganalisis pertandingan daripada melakukannya langsung. Dia "terlalu Se" untuk dikatakan Ne karena fokusnya adalah pada sesuatu yang ada dalam jangkauannya, bukan semangat imajinatif untuk mengimprovisasi apa yang ada.
  9. Jika Miho beneran punya Ne, maka mau nggak mau harus jatoh di 2 slot akhir. Sayangnya... kembali mustahil. Jika ditaro di tertiary, maka akan bertentangan dengan poin nomor 4. Jika di inferior, maka akan bertentangan dengan poin nomor 1.
  10. Saya juga nggak ngeliat dia punya Fe di dominan maupun auxiliary. Itulah kenapa perhatian utamanya dalam senshadou adalah untuk memutarbalikkan keadaan meski lawan lebih kuat (dengan fun sebagai efek samping positif), berbeda dengan dedek kapten kapal anime sebelah (ENFJ) yang concern pertama dari semua keputusannya adalah demi orang lain.
Terakhir, saya mengamati "aura" Miho beda banget dengan kakaknya. Dia seakan nggak ada potongan untuk jadi komandan karena atmosfer yang dipancarkannya lebih "cair", beda dengan kakaknya yang terkesan strict dan disiplin banget. Itu yang menjadi faktor pamungkas bagi saya untuk menetapkan Miho nggak punya Si-Te (secara nggak langsung nggak punya Fi-Ne).


***

Kamis, 04 Mei 2017

[MBTI in Anime] Misaki Akeno (ENFJ)

Aduh tatapannya... (>///<)


Ngelantur Sebentar:


"Comrades at sea are all family!" - Misaki Akeno personal mantra. (Haifuri)


Beralih dari GochiUsa yang sangat mofu-mofu, saya mau putar haluan dulu torikaji ippaaaai ke anime yang banyak ledakan. Yup, High School Fleet. Yang kali ini saya "korek-korek" (bahasanya nggak enak banget deh #plak) adalah sang kapten kapal Harekaze yang juga karakter utama, Misaki Akeno. 

Akeno sebagai kapten kapal bisa dikatakan "nggak biasa" kalo kita berpatokan pada standar protokol militer di dunia nyata, karena nggak terlalu berorientasi pada aturan ketat kemiliteran. Dari situlah saya nangkep kalo Akeno itu ENFJ, dengan stack fungsi Fe-Ni-Se-Ti. Tentu nggak asal tebak karena variabel-variabel yang mendukung ada di sepanjang serial High School Fleet.

Langsung ke deretan fungsi kognitif!

Note: Semua screenshot berasal dari file hasil terjemahan Vivid-GJM fansub.



Yep, ini ENFJ.



Fungsi Kognitif:


Dominant: Extraverted Feeling (Fe)

Sebagai fungsi dominan, fungsi Fe terlihat nyaris di segala masalah baik yang serius maupun nggak, alias menjadi dasar pertimbangan utama Akeno dalam berbagai krisis.

Dalam masalah-masalah yang sangat serius, Akeno selalu memprioritaskan keselamatan orang lain terlebih dahulu. Sisi negatifnya, dia nggak peduli apakah tindakannya melawan aturan dan protokol (yang seringkali diingetin Mashiro - xSTJ kayaknya) atau berpotensi dianggep memberontak nantinya. Jelas banget terlihat di sepanjang serial kalo dia bener-bener nggak tahan ngeliat orang lain mengalami bahaya, pokoknya harus ditolong (atau dijauhkan dari bahaya) apapun yang terjadi karena prinsip moral "Semua rekan di lautan adalah keluarga" (yang Fe banget karena patokan moralnya adalah orang lain lebih dulu, bukan diri sendiri). Oh ya, "orang lain" di sini punya arti siapapun yang bukan dirinya sendiri. Itu bisa berarti awak kapal Harekaze, Moka-chan, awak kapal Hiei, dan siapapun yang dirasanya sedang berada dalam kesulitan.

Bukan cuma dalam situasi gawat yang berpotensi bikin seisi Harekaze jadi artefak dasar laut, fungsi ini juga muncul ketika masalah sederhana seperti prahara tisu toilet (maaf ngakak dulu WKWKAKWKAWK #ditenggelemin) terjadi. Jika fungsi Te akan pertama kali mempertimbangkan unsur-unsur non-manusia (misalnya ketersediaan duit, bahan bakar, cuaca, koordinat musuh, dan lain-lain), Fe membuat pertanyaan pertama yang dilontarkan Akeno kepada seluruh awak kapalnya adalah apa aja yang mereka butuhkan selain tisu toilet, kemudian memutuskan untuk beli di tempat terdekat.

Jujur, saya punya ketertarikan pribadi sama orang-orang berprinsip begini meski jelas nggak masuk akal.


Auxiliary: Introverted iNtuition (Ni)

Fungsi Ni sang dedek kapten kerap kali menghasilkan pemahaman abstrak tunggal yang terjadi dengan sangat tiba-tiba (baca: eureka moment) karena "dikasih makan" data sensorik real-time. Namun karena fungsi Ni di sini merupakan "anak buah"nya Fe, segala sesuatu yang dihasilkan ujung-ujungnya adalah demi orang lain dan/atau awak kapal Harekaze. Ada beberapa contoh.

Inget sewaktu menghadapi sewaktu menghadapi kapal selam I-201? Ni memampukan Akeno menerjemahkan boneka ikan hiu menjadi sesuatu yang sama sekali berbeda, yang bisa digunakan untuk menghadapi kapal selam tersebut. Nggak cuma itu, Ni juga sanggup menginterpretasikan Isoroku yang nyangkut menjadi strategi jitu untuk membuat kapal segede Hiei terkandas. Keputusan-keputusan lain seperti memberi perintah untuk menembak setelah memahami secara instan "informasi" dari Tama-chan dan perintah kilat untuk mengoperasikan rocket launcher sewaktu menghadapi Musashi juga merupakan kontribusi fungsi ini.

......Tama-chan cuma nyebut ANGKA DOANG TANPA EMBEL-EMBEL! Dan dedek kapten langsung ngerti?!


Tertiary: Extraverted Sensing (Se)

Tadi saya sempet menyebut "data sensorik real-time". Inilah fungsi yang bertanggung jawab untuk mengumpulkan data tersebut dan menyampaikannya ke fungsi Ni di atasnya. Setiap kali combo Ni-Se digunakan (di bawah yurisdiksi dominan Fe) sekaligus, maka setiap rencana yang dibentuk selalu berujung pada penyelesaian krisis.

Sayangnya, di anime ini Akeno masih sering "memotong jalan" alias nge-bypass fungsi Ni dan langsung bereaksi melalui fungsi Se. Hasilnya? Sukses memancing kemarahan Mashiro yang menganggap Akeno bukan seorang kapten yang bertanggung jawab. Inget, Se selalu menginginkan data sensorik real-time. Jika fungsi ini digunakan tanpa balance dengan fungsi introvert, maka yang terjadi adalah "ingin selalu terjun langsung ke TKP" tanpa membuat rencana lebih dulu. Ini terlihat dari dirinya yang berkali-kali keluar dari bridge tanpa ba bi bu dan langsung mengendarai skipper ke laut, yang terjadi karena fungsi Fe menggunakan Se dan bukannya Ni terlebih dahulu.

Tentunya ada pengecualian karena saya sempet melihat 2 kali keberhasilan penggunaan tandem Fe-Se tanpa Ni.

Pertama, ketika dia berhasil meyakinkan Mashiro untuk boleh turun langsung (episode 9). Itupun karena rencana sebelumnya gagal sehingga harus ada keputusan berikutnya secara cepat. Kedua, dia nggak ragu turun langsung untuk mentransmisikan atmosfer yang fun dengan berperilaku agak konyol karena awak kapalnya setengah hati dalam mempersiapkan festival di kapal. Ini nggak menyebabkan problem lanjutan karena fungsi tertiary-nya nggak digunakan langsung untuk masalah serius dan gawat yang sebaiknya menggunakan Ni duluan.

Dedek kapten akan meninggalkan tempatnya dalam 3... 2... 1...


Inferior: Introverted Thinking (Ti)

Fungsi Ti bekerja dengan memahami sesuatu melalui logika personal dan seringkali melalui cara-cara yang langsung dilakukan orang itu sendiri (entah riset pustaka, eksperimen konvensional, thought experiment, pergi langsung ke suatu tempat, atau juga cara-cara yang tidak disengaja). Jika letaknya di slot dominan, maka Ti memampukan seseorang untuk memahami apa yang diamati secara mendalam dan menemukan inkonsistensi logika yang ada. Ti juga terkadang auto-skeptis karena memandang data-data berikutnya yang masuk ke dalam pikiran tidak sesuai dengan struktur pemikiran yang dimiliki sebelumnya.

Gimana dengan dedek kapten? Dia nggak aware dengan fungsi ini karena letaknya yang jauuuuh di slot inferior. Di sepanjang serial pun saya nggak menemukan dirinya yang mengamati baik-baik terlebih dulu lalu perlahan menganalisisnya saat ada masalah (yang mustahil dilakukan karena problemnya hampir selalu darurat). Kalo begitu apakah fungsi ini tampak dari perilakunya?

Jawabannya iya.

Kapan?

Pertama, episode 6. Tanda-tanda inferior Ti mulai muncul ketika Akeno meragukan kapabilitas dirinya sendiri sebagai kapten setelah di episode sebelumnya kena damprat Mashiro.

Kedua dan yang paling kentara, episode 11. Ketika fungsi Fe jatuh ke titik terendah dan mulai goyah, Ti inilah yang "mengambil alih" (dikenal dengan situasi "grip") sehingga Akeno total kebingungan dan ragu untuk melangkah maju. Dia juga mendadak menjadi sangat kritis terhadap diri sendiri karena segala sesuatu yang langsung dialaminya beberapa waktu belakangan hampir selalu berpotensi membahayakan seluruh awak Harekaze. Yang ada di pikirannya hanyalah, "Jika melakukan ini, pasti akan berlangsung seperti ini lagi. Jangan-jangan nanti anak-anak di Harekaze malah terluka? Tapi gimana dengan Moka-chan dan Musashi...?"

......lu juga sih maen nyebur aja. (-__-)



Kenapa Bukan Tipe Lain?

IMO nggak sulit untuk memastikan tipe kepribadian Akeno karena segala motivasi yang dimiliki dan perilaku yang diperbuat sangat sesuai (atau malah... terlalu sesuai?) dengan rumus deretan fungsi kognitif untuk ENFJ.

Hemmm... saya curiga jangan-jangan yang bikin karakternya ngerti MBTI juga dan sengaja membuat Akeno sesuai formula...?

Oke ngelantur. #plak

Kalo ada pendapat berbeda, kemungkinan akan diberi tipe ESFJ karena melihat masa lalu Akeno yang punya pengaruh dalam keinginannya menjadi anggota Blue Mermaid. Tapi kalo menurut saya, fungsi Si nggak selalu berurusan soal masa lalu itu sendiri, melainkan impresi tentang masa lalu yang membuat seseorang akan bergerak sesuai impresi tersebut setiap kali ada peristiwa yang mirip. Saya malah nggak bisa melihat Akeno sebagai ESFJ karena manifestasi fungsi Ni-nya sangat sangat sangat jelas terlihat dan sesuai definisi, plus perilaku reaktifnya yang fungsi Se banget.

Dan tentu kita semua yang udah nonton tahu, kekuatan Akeno adalah mendorong, mengajak, dan menyemangati awak kapalnya agar bisa menghasilkan solusi secara bersama-sama. Ini bisa dibilang tipikal duet fungsi Fe-Ni (ENFJ) daripada Fe-Si (ESFJ).


***

Jumat, 28 April 2017

[MBTI in Anime] Hoto Cocoa (ENFP)

Makhluk terlucuk kedua se-GochiUsa versi saya sendiri


Ngelantur Sebentar:


"Chino-chaaan!" - Hoto Cocoa (on Kafuu Chino, for nearly every occasion)


Kurang afdol rasanya kalo saya udah membahas Chino tapi nggak mengorek-ngorek sang pseudo onee-chan, Hoto Cocoa.

Secara umum, sifatnya berbeda 180 derajat dari si dedek lucu rambut biru. Energik, ceria, imajinatif, scatterbrained, dan terobsesi jadi kakak perempuan yang baik. 100% ENFP (Ne-Fi-Te-Si)? Nggak juga. ESFP (Se-Fi-Te-Ni) juga bisa punya kecenderungan demikian. Tapi tentu ada alasan khusus kenapa saya lebih memandang Cocoa sebagai pengguna fungsi kognitif yang saya sebut pertama.

Well, kalo begitu langsung aja saya korek-korek dedek penggila kelinci yang satu ini.

Note: Kecuali 1 file .gif, semua screenshot berasal dari terjemahan Vivid-Taku.




YAELAH LUCU AMAT SI




Fungsi Kognitif:


Dominant: Extraverted Intuition (Ne)

Fungsi Ne Cocoa itu... gila. Gila KENCENGNYA dalam hal verbal. Di tiap episode pasti ada Cocoa yang selalu nyamber setiap ada percakapan. Dan seperti nature Ne yang melompat-lompat, balasannya nggak selalu nyambung dengan percakapan tersebut, bahkan kadang bisa berada dalam konteks yang berbeda. Fungsi ini juga memampukan Cocoa untuk langsung ngerti maksud nama-nama di menu Amausa-an bikinan Chiya (saya curiga ENTP - sesama dominan Ne) dalam sekejap. Well... karena fungsi ini juga Cocoa menafsirkan kalo teh dandelion bisa bikin peminumnya sekuat singa (lion). #tepokjidat

Ne ini juga seneng setiap kali ada sesuatu yang baru. Kata "baru" berarti kemungkinan, yang merupakan sifat alamiah Ne. Ini memampukan Cocoa untuk nggak ragu menghadapi situasi dan orang-orang baru. Ketemu dengan siapapun, dia pasti bisa membuka percakapan dan membawanya dengan lancar, bahkan dengan orang semisterius Aoyama-sensei dan opanya Chino beberapa tahun sebelumnya tanpa ada rasa takut. Ne juga berarti optimisme karena bisa melihat berbagai kemungkinan. Ini berkontribusi terhadap kepribadiannya yang amat sangat ceria.

Satu yang jadi catatan, Cocoa belum bisa menggunakan Ne ini secara dewasa penuh karena seringkali teralihkan dengan hal-hal nggak penting (dan sempet dikomentarin Chino... dalam hati), pokoknya asal hepi. Fungsi Ne yang lebih dewasa akan lebih fokus terhadap melihat berbagai kemungkinan dalam artian kreatif (ngebayangin probabilitas abstrak bisa jadi apa aja sesuatu yang dia tangkep dari sekitar) daripada sekedar tertarik dengan segala kemungkinan fun yang akan diperoleh dari sekitarnya.

Oh ya, "kreatifitas" Cocoa seperti nyaranin nyuci baju dikucek manual sewaktu mesin cuci rusak itu juga kontribusi Ne. XD

......lu aja gih. (-__-)


Auxiliary: Introverted Feeling (Fi)

Orientasi moral Cocoa selalu dimulai dari diri sendiri, sehingga bisa dikatakan sebagai pengguna Fi. Kompas moralnya simpel, berlandaskan prinsip "pengen memperlakukan Chino sebagai adik perempuan". Hampir segala tindakan yang "dilampiaskan"nya terhadap Chino juga nggak mempertimbangkan apakah dedek lucu rambut biru itu bakalan kesel/marah atau nggak, pokoknya hajar bleh sambil jerit-jerit imut "Chino-chaaaan!". #lalupeluk

Bukan cuma tentang Chino, pandangan Cocoa tentang orang banyak juga terbilang sederhana. Namun sekali lagi, berawal dari pendapat diri sendiri. Ada 2 yang sempet disebut. Pertama, dia menganggap yang dibutuhkan dalam hidup cuma 2 jenis orang: teman dan dedek perempuan. Kedua, semua orang telah dikenalnya selama minimal 3 detik, udah dianggep temen. Memang belum dewasa total, tapi dengan adanya kompas moral personal sederhana ini udah cukup bagi saya untuk memandangnya sebagai pengguna Fi. Dan Fi yang nggak dewasa ini memang cocok dengan atmosfer animenya yang lucuk-lucuk unyu kuadrat.

Terakhir, manifestasi Fi TERBAIK dari diri Cocoa ditunjukkan di episode 12 season 2, ketika dia memberi "wejangan" saat bermain Ciste. Fi-nya tampak jelas sudah mengalami development karena dia bisa merasakan apa yang dirasakan (baca: berempati) Megu dan Maya sewaktu pertama kali bertemu dengan Chino, yang pada akhirnya memampukan dirinya untuk memberi arahan yang sanggup memotivasi si dedek lucu berambut biru itu.

Seandainya semua orang kayak dia, dunia bakalan cepet damai.


Tertiary: Extraverted Thinking (Te)

Fungsi Te dalam diri Cocoa masih belum dibangun dengan baik, dan harus "dikontrol" terus sama Chino (ISTJ). Tapi karena ini tetep fungsi kognitif Cocoa, Te akan tampak "bocor" dan keliatan dari perilakunya. Ada tiga contoh yang keliatan jelas.

Pertama, sewaktu ada berita kalo kakaknya, Mocha onee-san, bakalan dateng. Fungsi yang berada di posisi tertiary dapat berfungsi sebagai mekanisme defensif otomatis, yang di sini diisi oleh Te. Artinya, Cocoa akan otomatis nge-bypass Fi langsung ke Te. Walhasil? Standar eksternal objektif dipake langsung tanpa filter Fi. Ini berujung pada dirinya yang tiba-tiba rajin kerja dan pengen pamer latte art ke kakaknya tersebut. Jelas keliatannya nggak natural karena nggak lewat filter Fi seperti perilaku Cocoa yang biasanya. Semacam jadi super extrovert nggak unyu gitu deh.

Kedua, episode 11 season 2. Te yang berorientasi pada standar eksternal objektif bereaksi ketika dia merasa ada yang nggak adil. "Yang lain aku ajak main nggak mau, kenapa sama Rize malah mau?". Di sini saya nangkep kalo Cocoa nggak puas dengan keputusan temen-temennya yang membedakan dirinya dan Rize. Sama-sama ngajak keluar rumah, tapi yang diturutin cuma dedek twintail tukang tembak tersebut. Walhasil, dia ngambek dan pundung meski kita sebagai penonton GochiUsa tahu, Cocoa orangnya nggak baperan dan cepet banget untuk ceria lagi.

Ketiga, episode 12 season 2. Di sini, sekali lagi sense of fairness yang berorientasi pada standar eksternal mengaktifkan Te Cocoa. Dia langsung murung begitu tau temen-temennya dan seisi kota udah pernah main Ciste, sementara dirinya belum pernah.

Pembohong kamu pembohongggg


Inferior: Introverted Sensing (Si)

Apa yang jadi kekuatan bagi Chino adalah kelemahannya Cocoa. Si memampukan Chino untuk mengerjakan pekerjaannya secara tekun, sementara Cocoa... boro-boro deh, nggak fokus banget. Namun seperti komentar saya di fungsi Te Cocoa, Si tetaplah bagian dari dirinya meski nggak digunakan secara sadar penuh.

Kapan Cocoa menggunakan fungsi ini?

Ada pada alasannya kenapa dia terobsesi menjadi kakak perempuan!

Si berorientasi terhadap impresi personal sensorik berdasarkan dari apa yang pernah dilihat/didengar/dipegang/dikecap/diendus, dan dalam kasus Cocoa ada pada impresinya akan masa kecil sewaktu ngeliat Mocha sanggup membuat kedua saudara laki-lakinya nurut. Kesan personal terhadap apa yang dilihat itulah yang memotivasinya untuk menjadi kakak perempuan yang baik. Secara singkat, Ne yang berandai-andai jadi kakak (menembus batas kemustahilan karena Cocoa itu anak terakhir!) ternyata "dikasih makan" oleh Si.

*mencoba berpikir positif*




Kenapa Bukan Tipe Lain?

Sampai sebelum artikel ini ditulis, saya masih bimbang apakah dedek lucu riang gembira yang satu ini ESFP atau ENFP. Masalahnya, perilaku lincahnya bisa juga dihubungkan dengan extraverted sensing (Se) yang menanggapi input sensorik real-time (bukan melihat domain abstrak kayak Ne). Tapi setelah nonton ulang beberapa kali, saya nggak melihat sama sekali fungsi inferior Ni dalam dirinya. Fungsi inferior Ni akan memampukan dirinya untuk punya "firasat" (pokoknya tiba-tiba tau aja akan hasil suatu hal - hasil pingpong feedback Se-Ni), sementara di sepanjang 24 episode GochiUsa season 1 dan 2... saya nggak melihat sama sekali hal itu, malahan yang ketemu adalah Si. Karena itu saya ngeliat dia sebagai ENFP.


***

[MBTI in Anime] Kafuu Chino (ISTJ)

Kafuu Chino #yaiyalah


Ngelantur Sebentar:


"Simple is best." - Kafuu Chino (GochiUsa 1st season, episode 3)


Edisi pertama analisis karakter via fungsi kognitif hasil pemikiran mbah Carl Jung yang dirumuskan ke dalam MBTI ini tentunya harus dari karakter yang amat sangat saya sukai banget (bahasa Indonesia macam apa ini...).

Secara umum, anak lucu berambut biru ini bisa digambarkan sebagai sosok yang doyan diem dalem rumah, tenang, nggak spontan lincah ke sana ke mari, rajin, dan reliable dalam segala sesuatu yang berhubungan dengan kopi. Juga punya hobi yang sangat melatih ketelitian dan kesabaran, yaitu merakit botol dalam kapal kapal dalam botol. Tipikal ISTJ, eh?

Yup, Chino is an ISTJ yang seringkali dicap dengan stereotip rajin, teliti, prosedural, plus seringkali membosankan, dengan urutan fungsi kognitif Si-Te-Fi-Ne. Tapi karena setting anime ini pada dasarnya lucuk-lucuk unyu gemesin, maka Chino bisa jadi merupakan ISTJ paling cute yang pernah Anda lihat.

Oh ya! Satu hal lagi, SEMUA yang akan ditulis dengan tag "[MBTI in Anime]" PASTI MENGANDUNG SPOILER kelas berat. Jadi harap bersabar, ini ujian. #plak

Note: Semua screenshot berasal dari file hasil fansub Vivid-Taku.




SAYA AMBIL 10! #lalubeser




Fungsi Kognitif:


Dominant: Introverted Sensing (Si)

Fungsi Si selalu mengedepankan apa yang nyaman, sudah biasa, dan sudah dikenali. Sebagai fungsi dominan Chino, ini tampak sangat jelas dari fokus dan ketekunan dirinya dalam mengerjakan satu hal tanpa teralihkan perhatiannya.

Fungsi ini juga merupakan respon awal setiap ada sesuatu yang terjadi. Di awal-awal serial GochiUsa, Si bermanifestasi lewat gestur ketidaknyamanannya atas kehadiran Cocoa (kemungkinan besar ExFP - antara ENFP atau ESFP) yang spontan dan sok akrab padahal baru ketemu beberapa menit. Terus... nggak ada Tippy di kepalanya? Bisa gelisah. Karena itu dia memberanikan diri buat menaruh Anko di kepala, dan juga (diem-diem) nyaman dan seneng dengan topi yang dikasih Cocoa ketika pergi piknik sebagai pengganti Tippy yang ditinggal di rumah.

Tutur bicara sehari-harinya tergolong formal bahkan terhadap orang-orang yang sebaya dengannya, sebagai hasil dari seringnya frekuensi berinteraksi dengan para pelanggan kafe yang kebanyakan udah dewasa bahkan tua. Begitu diminta Cocoa untuk bicara secara lebih informal, Chino langsung gelagapan karena nggak terbiasa. Dan... sedikit spekulasi, mungkin cita-citanya sebagai barista bukan karena dia punya visi akan menjalani profesi tersebut di masa depan, tapi karena cuma itu yang udah biasa dia jalani.

Masalah "dikenali" ini bukan hanya bicara tentang "sesuatu yang secara spesifik pernah dialami", tetapi juga "impresi sensorik sejenis akan suatu hal". Contohnya ketika Mocha onee-san dateng ke kafe dan meluk Chino tanpa ba bi bu. Secara otomatis fungsi Si membawa ingatan Chino ke masa lalu ketika ada hal serupa terjadi (dipeluk ibunya) yang dirasa sama nyamannya secara impresi personal, meski yang memeluk jelas-jelas adalah orang lain.

Jujur saya rada-rada terharu di sini... 



Auxiliary: Extraverted Thinking (Te)

Ada Te, ada aturan. Di sini, Te milik Chino berfungsi sebagai "kendali" atas Cocoa yang lincahnya amit-amit. Cocoa nggak fokus kerja? Chino yang selalu ngingetin. Tandem dengan Si (impresi sensorik saat ngeliat Cocoa yang nggak bener pas kerja), Te adalah fungsi yang menyanggupkan Chino bilang, "Cocoa-san! (diikuti nasihat dan perintah lainnya)."

Te juga bicara perencanaan. Bisa dilihat dari dirinya yang udah merencanakan untuk menyelesaikan proyek kapal botolan sebelum liburan dimulai.

Selain itu, Te memiliki gaya komunikasi yang terang-terangan. Frekuensi terang-terangan Chino memang nggak setinggi Rize (saya curiga dominan Te), tapi selalu memberikan komentar-komentar yang sangat to the point meski nggak sampai kasar (hei, ini anime unyu-unyu, nggak boleh kasar!) ketika ngingetin Cocoa, sang pseudo onee-chan.

Satu lagi, Te juga berorientasi pada standar eksternal. Setiap ada sesuatu yang merupakan tugas sekolah (standar eksternal), Chino akan melakukannya semaksimal mungkin meski yang akan dilakukan bukan bidang keahliannya. Contohnya sewaktu ada pertandingan olahraga di sekolah, dia langsung meminta bantuan Rize untuk mengajari. Sama halnya ketika ada pementasan di sekolah, dia nggak mau kalah dari dua temen satu kelompoknya (Megu dan Maya) dan berlatih sekeras mungkin agar bisa menguasai balet sebelum pementasan. Perlu diingat kalo Chino nggak jago dalam urusan kegiatan fisik, tapi fungsi Te mendorong Chino untuk melakukan sesuatu untuk menyelesaikan tugas tersebut.

Tidaaakk... dedek kejam! #plak



Tertiary: Introverted Feeling (Fi)

Fungsi Fi ini merupakan aspek yang menjadi development kecil dalam diri Chino di GochiUsa. Karena urutannya di fungsi ketiga (lebih subconscious dibanding dominan dan auxiliary), seringkali dia menyangkal perasaannya sendiri kalo sebenernya dirinya makin sayang sama Cocoa. Namun di titik puncak development, dia mengaku kalo kehadiran Cocoa itu menyenangkan baginya meski malu-malu sambil mengeluarkan jurus sambitan bantal. :P Lucu banget di situ sumpaaahhh

Fi juga memampukan Chino untuk menyadari secara moral personal apakah yang dilakukannya salah atau bener. Contohnya ketika dia "berantem" sama Cocoa di stasiun kereta untuk nganter Mocha onee-san yang mau pulang, dia sempet memikirkan apakah dirinya terlalu kasar atau nggak.

Boro-boro, Cocoa mah nggak baperan.



Inferior: Extraverted Intuition (Ne)

Ne bicara tentang kemungkinan dalam aspek non-sensorik alias abstrak. Makin tinggi posisi fungsinya, biasanya akan makin optimis orang tersebut karena di awal-awal selalu melihat segala kemungkinan yang ada baik positif maupun negatif. Chino? Nope. She's pessimistic dan selalu memikirkan yang buruknya duluan. Cocoa pura-pura tewas padahal cuma saos tomat? Panik. Rize yang sedikit bercanda kalo akan ngelatih Chino secara serius? Dianggep bakal keras luar biasa. Diajak piknik keluar rumah? Pesimis akan bisa menikmati atau nggak. Banyak lagi contoh pesimismenya di sepanjang serial.

Namun mainfestasi Ne yang buat saya paling nonjok ada di 1 tempat yaitu di ujung-ujung season 1, karena berhasil "menarik" 3 fungsi di atas-atasnya sekaligus. Saya jabarkan lebih detail.

Saking khawatirnya dengan Cocoa, Chino nggak ragu untuk keluar di hari bersalju demi dapetin obat. Sekali lagi, Ne bicara kemungkinan, yang dalam kasus ini aktif karena sakitnya Cocoa yang dianggap makin parah. Jika mampet di Ne, maka yang terjadi adalah dia bakalan stuck dan panik karena nggak bisa melihat kemungkinan lain, mentok karena bener-bener unexpected situation (dominan Ne kemungkinan besar nggak akan panik dalam menghadapinya karena lebih optimis - dan inget, ini GochiUsa, bukan drama sehingga nggak mungkin ada drama lebay dalam merespon).

Nah, kali ini Ne sukses mengaktivasi stack 3 fungsi di atasnya (Si-Te-Fi), sehingga dia berani melangkah untuk nerobos salju. Si menangkap impresi cuaca dingin, kesan sakitnya Cocoa yang makin parah, dan tambahan kepanikan karena obat yang abis. Te memampukan Chino untuk mengolah informasi dari Tippy dan berkesimpulan kalo dia bisa bolak-balik dalam waktu 1 jam untuk minta obat ke tempatnya Chiya. Untuk Fi? Unconsciously, she loves Cocoa already, jadi yang dilakukannya bisa dijadikan justifikasi moral personal (merasa dirinya harus nolongin Cocoa) untuk nerobos salju setelah dia punya perencanaan dan persiapan dengan pake jaket tebel.

CUTEST PANIC I'VE EVER SEEN.



Kenapa Bukan Tipe Lain?

Saya sempet mempertimbangkan kalo dedek berambut biru ini INTJ (Ni-Te-Fi-Se) karena sedikit ketipu akan sense of art-nya yang non-realis. Well... ternyata itu nggak ada hubungannya dengan fungsi introverted intuition (Ni), karena malah lebih ke arah interpretasi sensorik personal a.k.a. Si.

Ni juga bisa berkontribusi terhadap visi abstrak yang future-oriented, sementara Chino... nggak ada. Nggak ada satupun pandangannya yang bisa dibilang interpretasi abstrak tunggal berorientasi ke depan hasil dari input sensorik real-time di sekitarnya. Kalo Chino pengguna Ni, malah ada kemungkinan dia nggak pengen jadi barista karena memandang nantinya semua kafe kopi berbasis UMKM kayak Rabbit House bakalan tutup karena kalah saing dengan kedai-kedai kopi ternama.


***

Kamis, 13 April 2017

[Review Anime] Kobayashi-san Chi no Maid Dragon

Pokoknya ini naga semua.

Basic Information: http://anidb.net/perl-bin/animedb.pl?show=anime&aid=12091




Ngelantur Sebentar:

Again, udah ada first impression-nya. Berangkat ke review!






Sinopsis:

Kerja kantoran adalah hal yang sehari-hari dilakukan oleh Kobayashi, seorang wanita 20-an tahun yang tinggal sendirian di apartemennya. Hingga pada suatu pagi, kesendiriannya terganggu oleh kedatangan naga berwujud manusia bernama Tooru yang tiba-tiba saja menawarkan diri untuk menjadi maid Kobayashi...

...sebentar. Tiba-tiba?

Ternyata tidak. Kobayashi teringat akan kejadian di malam sebelumnya, ketika dirinya yang dalam kondisi mabuk mengajak Tooru untuk tinggal bersama. Termakan janji setengah sadar, Kobayashi pun menerima naga jadi-jadian tersebut untuk tinggal di apartemennya.

Keseharian Kobayashi terus diinvasi oleh serentetan naga lainnya. Kini Kobayashi tak lagi sendiri, meski harus berurusan dengan perilaku para naga yang kadang merepotkan.

Baru disebut di sinopsis, udah ngerepotin beneran.




Review:


KyoAni! Ada beberapa review yang mengatakan kalo Maid Dragon ini semacam KyoAni yang "kembali ke asalnya" yaitu komedi dengan sedikit rasa absurd, setelah bertahun-tahun era galau pasca K-ON movie. Seperti yang kita tahu, setelah K-ON movie rilis, KyoAni seolah-olah "bereksperimen" untuk memproduksi berbagai macam jenis cerita. Well, kalo saya sendiri nggak bermasalah dengan hal tersebut selama dieksekusi dengan baik.

Nah, Maid Dragon ini adalah salah satu contoh produk KyoAni yang diproduksi dengan baik. Tentu karena punya faktor-faktor yang membuatnya terlihat asik.

Kelebihan!

INI KELEBIHANNYA. Seriusan.


Dragon #1 - Relatable Protagonist!

Mungkin yang ini nggak berlaku untuk semua golongan umur, tapi saya harus mengatakan kalo KyoAni terbilang cerdas dalam mengadaptasi manga sesuai target demografi. FYI, serialisasi manga-nya dipublikasikan di majalah manga seinen Gekkan Action (penerbit Futabasha). Seperti yang kita tahu, itu artinya ditargetkan untuk pria berusia 18 tahun ke atas.

Dengan memiliki protagonis seperti Kobayashi, saya yakin banyak penonton (yang sesuai dengan target demografi) dapat memahami betul dan bersimpati terhadap sang protagonis. Capek kerja lembur, gimana tinggal sendiri bisa memicu kemalasan (sampah numpuk! XD), susahnya nyari tempat tinggal, dimarahin bos, temen kantor yang sering minta tolong, dan pengen melepas stress kerjaan... Ditambah lagi di sini Kobayashi direpotkan dengan kehadiran penghuni tambahan, dan mau nggak mau harus mikirin urusan sekolahnya Kanna. Mirip lah dengan bapak-bapak yang mikirin anaknya tiap kali masuk tahun ajaran baru/naik tingkat (khususnya dalam hal keuangan).

Another wild cute dragon appeared! Kobayashi used cream bread! It's super effective!


Dragon #2 - Music!

CHU CHU YEAH! PLEASE ME!

Tolonglah, itu adalah salah satu opening theme paling asoy geboy yang pernah saya denger seumur hidup! Aozora no Rhapsody yang dibawakan fhána adalah OST kedua di musim Winter 2017 (setelah opening anime sebelah) yang nggak pernah saya skip per episodenya. Beneran asik, lucu-lucu riang ceria gembira meriah gimana gitu deh. Pokoknya bawaannya itu fun banget dan pengen nari-nari aja setiap kali dengernya. \(≧∀≦)/


Dragon #3 - Seiyuu!

Saya selalu heran dengan jajaran staff KyoAni yang paham banget gimana caranya nyusun roster pengisi suara yang baik. Di Maid Dragon pun demikian, para seiyuu yang dipilih amat sangat cocok dengan karakter masing-masing. Yang paling notable ada 2 di sepanjang 13 episode. Tamura Mutsumi sanggup membawakan kepribadian cuek-cuek stoic dari Kobayashi, dan ternyata kocak juga sewaktu ngisi suara lagaknya orang mabok. Satu lagi, yang mungkin bisa Anda semua tebak... Naganawa Maria! Seiyuu Kanna ini SUKSES BESAR memultiplikasi konstanta cuteness desain karakter Kanna dengan warna suara dan pelafalannya yang cocok banget. Unyu kuadrat lah pokoknya!

Don't try this at home. POKOKNYA JANGAN.


Dragon #4 - Visual!

Sebagai penonton yang cukup mengikuti apa aja yang dibuat KyoAni, saya bisa katakan kalo taraf visual Maid Dragon ini lebih simpel daripada, katakanlah, Hibike Euphonium dan Hyouka yang keliatannya "lebih serius". Tapi... terkesan main-main aja udah kayak begini bagusnya. Bayangin kalo serius sekuat tenaga. Mungkin jadinya kayak visual trailer Violet Evergarden.

Begini ya... Bukannya saya bilang ini jelek, tapi coba tonton beberapa anime produksi KyoAni, minimal dari era Full Metal Panic 2 atau AIR sampai Hibike Euphonium 2. Saya yakin Anda akan mengatakan kalo Maid Dragon tergolong nggak kompleks dari artwork karakter sampai background. Mungkin secara keseluruhan tier visualnya setara dengan Nichijou/Lucky Star. Tapi! Simpelnya itu dibayar lunas dengan pewarnaan yang cerah dan animasi yang halus, PLUS sakuga setiap kali ada adengan rusuh di layar. ITU BENERAN GILA. Nggak bosan-bosannya saya katakan kalo adegan tersebut bener-bener menjatuhkan wibawa anime action yang low budget. Desain karakternya juga enak diliat, plus pada beberapa karakter ada kesan cute karena kepalanya yang mbulet. Dan saya nggak sedang membicarakan Kanna doang. Terakhir, visual semacam ini memang kompatibel dengan ceritanya yang nyantai.


Dragon #5 - Satire!

Saya harus menarik perkataan saya di first impression yang mengatakan ini nggak lucu karena salah director. Saya salah. Maid Dragon ini cukup menggelitik, tapi dalam sense yang berbeda dari slapstick ala Chuu2Koi atau bagian common route dari adaptasi VN Key (sekali-sekali main VN yah biar ngerti yang saya maksud :P). Boleh dikatakan kalo humor di sini orientasinya ke arah satir yang, jujur aja, saya suka telat nangkepnya. Jadi tolong ampuni saya. (@__@)

Bagian ini nggak bisa saya bahas banyak-banyak. Kalo terlalu detail diomongin, malah ntar udah antisipasi letaknya di mana. :P

Ini spoiler nggak ya?


Dragon #6 - Kanna!

Jujur nih ya, JUJUUUURRR... saya selalu nunggu Kanna keluar setiap kali episode baru Maid Dragon tayang. Entah bakalan cuma muncul beberapa detik atau full 1 episode didedikasikan untuk naga unyu yang satu itu, pokoknya saya seneng banget setiap kali liat Kanna. IMO, she's star of the show!

Subjektif? Mungkin iya. Saya nggak bisa membantah hati nurani saya yang menjerit kegirangan dan menyatakan kalo Kanna itu lucu BUANGET. Ada salah seorang temen saya yang menarik persamaannya dengan Miyauchi Renge dari Non Non Biyori, dan saya sempet membantah waktu itu karena menurut saya Ren-chon didefinisikan dengan quirkiness, sementara Kanna itu pure curiosity dalam berinteraksi dengan apapun dan siapapun di sekitarnya. Well... setelah 13 episode berlalu, saya jadi ngerti kenapa mereka berdua dikatakan mirip. Karena sama-sama bikin gemes tanpa saya harus melenceng mikir yang aneh-aneh! d(≧∀≦)

Jadi mari kita lindungi bersama naga unyu itu dengan membentuk Pakta Pertahanan untuk Perlindungan Kanna Kamui.

Tapi coba pikirkan baik-baik, apa jadinya seandainya naga dari mitologi suku Ainu itu dihilangkan. Yang akan disuguhkan mungkin hanya komedi bernuansa yuri antara Kobayashi dan Tooru, plus kita tidak akan pernah tahu kalo Kobayashi punya motherly side dan tanggung jawab untuk menafkahi orang yang ada di rumahnya. Maid Dragon hanya akan berisi Kobayashi yang pulang ke rumah, disambut Tooru, disuguhin makanan "ekstrim", dan silakan diulang sampai episode terakhir. Bahkan kehadiran trio Fafnir, Lucoa, dan Elma nggak bisa meyakinkan saya kalo mereka akan sanggup menggali sifat Kobayashi yang satu itu (bisa dikatakan sisi positif Kobayashi yang paling saya suka).

GENTLEMEN, WE MUST PROTECT HER AT ALL COSTS!



Sehebat-hebatnya KyoAni dalam bidang visual, studio tersebut jarang bikin sesuatu yang flawless di mata saya. Untuk Maid Dragon juga ada yang kurang meski nggak banyak.

Kelemahan!


Pertama, fanservice.

Saya nggak akan berhenti komplain tentang hal ini selama dipadukan dengan sesuatu yang nggak kompatibel. Eksistensi Kanna tampak terlalu kontras dengan segala macam fanservice di sini sehingga... make me cringe. Entah ekspresi Saikawa yang rada-rada (jujur, bagi yang suka "itu" pasti paham), yang nggak berhubungan langsung kayak interaksi Lucoa-Shouta, atau pun elemen-elemen "layanan kipas" lainnya. Pokoknya geli aja rasanya ngeliat sesuatu yang murni polos-polos innocent berdampingan dengan yang begituan di satu serial yang sama. Ergh. Kalo mau ya jangan bikin Kanna kelewat menggemaskan atau malah hapus fanservice-nya sekalian. Dengan demikian mungkin akan bisa saya terima dengan lebih berlapang dada.


Kedua, komposisi.

Entah apa yang terjadi dengan KyoAni selama 2 musim terakhir, tapi komposisinya lagi-lagi patah. Episode 13 itu punya atmosfer yang amat sangat kontras dengan 12 episode sebelumnya. Santai, santai, dan santai... terus TIBA-TIBA intensif rada drama. Mental saya langsung menggerutu ngeliat yang begituan karena memang aneh rasanya. Seandainya hampir di tiap episode ada sesuatu yang serius, mungkin saya akan lebih bisa menerima episode 13-nya.

"Oh cuma dua... santai aja deh."


Cuma 2 itu kok. Abis ini siap-siap Violet Evergarden kali ya (atau nonton Koe no Katachi dulu?).

Kalo nggak nonton ntar dimakan!



---------------




Rating:

8.1/10 (B rank) untuk Kobayashi-san Chi no Maid Dragon karena aspek audiovisualnya yang baik, satir berbalut humor, dan protagonisnya yang terkesan sangat down-to-earth. Nggak lupa juga karena ada Kanna~ :3

Direkomendasikan bagi yang menginginkan tontonan anime ringan.

Yak reviewnya kelar, saatnya meremin mata.

***

Senin, 10 April 2017

[Review Anime] Kemono Friends

Belakang: PPP Members (All Penguin)
Depan: Raccoon - Fennec - Serval

Basic Information: http://anidb.net/perl-bin/animedb.pl?show=anime&aid=12057




Ngelantur Sebentar:

LAH BUSET KENAPA SAYA BISA KEJEBAK NONTON TEMAN-TEMAN HEWAN NAN UNYU INI.

Oke cukup emosinya.

Sebelum ngomong lebih lanjut, saya WAJIB memberitahu kalo ada proper mindset yang harus dimiliki sebelum menonton anime ini. Pertama, jangan berharap tinggi-tinggi dalam aspek visual. Kedua, lapangkan hati untuk menerima cerita yang sederhana. Ketiga, bersiaplah dengan atmosfer yang sangat cocok untuk usia anak-anak.

Kenapa? Karena anime ini memang layak ditonton anak-anak!

Kemono Friends; けものフレンズ

Judul yang simpel, sesimpel artinya. Kemono = binatang/hewan. Friends... masa ndak tau? Tapi karena di judulnya sendiri pake katakana (which means, a loanword), jadi ya udah kita tinggalkan aja sebagai "Friends".

Ceritanya juga nggak kalah simpel dengan judulnya. Atau malah... nggak sesimpel keliatannya?

NB: Saya nggak nonton ini sewaktu ongoing tapi langsung kejar nonton di hari Jumat-Sabtu kemarin, sehingga saya nggak ngikutin diskusi dunia maya tentang berbagai teori atau spekulasi untuk anime ini per minggunya. Karena itu pula saya nggak sempet mikir terlalu keras tentang konten anime ini, dan... hasilnya bener-bener nggak terduga.




Sinopsis:

Seorang anak perempuan tiba-tiba saja berada di Japari Park, sebuah cagar alam dengan ekosistem buatan yang dihuni oleh berbagai makhluk antropmorfik yang disebut "Friend". Dia juga mendadak bertemu Friend bernama Serval, dengan basis genetik dari kucing serval. Merujuk pada tas yang dibawa, Serval menamai anak itu "Kaban" (secara literal: tas) berhubung anak tersebut tidak ingat tentang identitas dirinya.

Lewat petualangan yang lucu dan menyenangkan, keduanya menyelidiki asal-usul eksistensi Kaban sambil menjelajahi area-area yang ada di Japari Park, serta bertemu dengan para Friend baru yang unik dan beragam.

HIH LUCUK




Review:


Jujur, saya bener-bener nggak nyangka bisa nonton anime ini. Awalnya sama sekali nggak tertarik... 

...wait. Masih terlalu halus bahasanya.

Akan lebih tepat dikatakan kalo saya sama sekali nggak menganggap anime ini ada sewaktu ngecek kalender Winter 2017. Pasti sih keliatan sama mata sendiri, tapi filter kognitif saya seakan masuk ke dalam mode auto-reject sehingga boro-boro tertarik, inget aja nggak.

Tapi sekali lagi, seperti yang saya katakan di review sebelah, don't judge a book by its cover. Untuk anime ini, kayaknya lebih nonjok lagi tingkat keabsahannya. Bahkan berbeda dengan kebanyakan orang yang mulai tertarik di episode 4, saya udah tertarik sejak episode 1!

Lantas apa aja faktor yang bikin saya bisa "terjerat" teman-teman satwa yang lucu ini?

Kelebihan!

Kaban anak yang sebatang karaaa~ Pergi mencari ibunyaaa~


Friend #1 - Clean and Safe!

Ini awal dari kepuasan saya setelah menonton 12 episode. Semuanya aman terkendali dan, IMO, layak ditonton segala umur. Well, di awal tadi saya memang mengatakan kalo anime ini layak ditonton anak-anak kan? :P Mungkin akan ada sedikit yang questionable bagi yang super-konservatif, tapi sisanya oke-oke aja.


Friend #2 - Simplicity!

Garis besar plotnya nggak rumit, sederhana banget. Saya pun jadi inget kata Kafuu Chino di anime GochiUsa, yaitu "Simple is best". Dan itu terbukti di sini! Kesederhanaan garis besar cerita sanggup membawa saya untuk tetap fokus kepada petualangan Kaban dan Serval tanpa harus ada pengalihan isu ke hal-hal yang nggak penting-penting amat. Storytelling-nya juga nggak kompleks dan super intensif, kebanyakan hanya digambarkan melalui interaksi-interaksi yang sangat sugoooiii dan tanoshiii~ #waaaaiii

Oh ya, perlu diinget, cerita yang baik selalu dapat disimpulkan dalam 1 kalimat yang simpel dan mudah dipahami. Untuk Kemono Friends bisa saya deskripsikan begini: "Petualangan Kaban di Japari Park untuk menemukan asal-usul dirinya, ditemani Serval dan Friend lainnya." Cuma 1 kalimat majemuk yang pas 15 kata!

(Boleh tolong dikoreksi, "asal-usul" itu 1 kata atau 2 kata ya kalo menurut EYD? Kalo 1 kata, jadinya cuma 14)

Kayaknya Tsuchinoko ini yang level kognitifnya paling bagus di antara Friend yang ada......


Friend #3 - Music!

Opening theme-nya enak banget! Youkoso Japari Park e yang dibawakan para seiyuu dalam animenya kedengeran catchy dan semacam ada hypnotizing effect, nggak puas didengerin sekali. Tingkat keunyuannya mungkin nggak sekelas Yumeji Labyrinth di anime sebelah, tapi punya charm tersendiri yang susah dilupakan.

Satu lagi ada di BGM. Ada yang notable bagi saya, yaitu yang diputer setiap ada konfrontasi dengan Cerulean. Komposisi musik di bagian tersebut semacam memperkuat nuansa "makhluk asing" yang dimiliki para Cerulean. Juga karena pada dasarnya kuping saya memang bisa menerima musik elektronik. :P


Friend #4 - Composition!

TOLONGLAH. Kenapa saya bisa ketemu struktur cerita SEBAGUS INI di anime yang bungkusnya bikin sakit mata?! Dari episode 1 udah ada misteri-misteri yang seketika berhasil bikin saya penasaran!

Awal-awalnya serba mendadak. Tiba-tiba muncul Kaban-chan yang "amnesia", tiba-tiba muncul Serval yang nyebut diri sebagai Friend, tiba-tiba kesebut Starsand, tiba-tiba ngebahas perpustakaan, tiba-tiba muncul Cerulean, tiba-tiba robot yang nggak bisa ngomong jadi bisa ngomong... ARGH. Sebagai penonton dengan kadar penasaran yang nggak kalah dengan Chitanda Eru, yang beginian sukses membuang segala niatan saya untuk drop animenya. Menggunakan bahasa rada ekonomi sedikit, komposisi cerita di anime ini kayak bayar DP premis cerita sekian persen di episode 1, kemudian ngebayar cicilannya secara rutin dalam jangka 11 episode berikutnya tanpa ada bunga yang nggak profit bagi penonton. Teknik "melunasi cicilan"nya pun keren banget. Nggak ada di satu episode langsung diungkap semua nggak bersisa, pasti ada jatah yang pas untuk diungkap di episode berikutnya.

Cliffhanger-nya juga nggak main-main. Saya nggak habis pikir bisa-bisanya anime beraura santai begini bisa memotong cerita dengan tepat sehingga saya yang nonton MAU NGGAK MAU harus nonton episode berikutnya untuk tahu lebih lanjut.... lalu keterusan sampe episode terakhir.

Dan... hei, episode terakhirnya keren! Cukup baik menjadi klimaks. Juga sukses menceritakan kalo pertemuan Kaban dan Serval dengan para Friend dalam perjalanannya nggak sia-sia. Pokoknya refleks bikin saya tersenyum bahagia. :)

Yang kemampuan kognitifnya bagusan lagi, duet burung hantu ini.


Friend #5 - Worldbuilding!

Ini faktor yang paling mengagetkan buat saya. SUMPAH bikin histeriiissss!!

Sekilas, keliatannya faktor ini dengan kelebihan nomor 2 ibarat pasangan elektron-positron yang akan saling memusnahkan dan menghasilkan sinar gamma kalo ketemu. Tapi ternyata... tidak (dan tentu ada pengecualian lainnya selain ini). Worldbuilding Kemono Friends HARUS saya acungi 4 jempol (2 tangan 2 kaki), bahkan nggak berlebihan rasanya kalo saya katakan levelnya mengalahkan anime-anime isekai ataupun murni fantasi belakangan ini.

Pertama, ekologi dan iklim. Amat sangat jelas dengan penggambaran area-area yang ada, plus perbedaan iklim antar area yang sesuai dengan apa yang ada di dunia nyata. Iklim tropik padang rumput? Ada. Tropik hutan hujan? Ada. Subtropik? Ada. Gurun? Ada juga. Yang dingin-dingin bersalju? Ada banget! Nggak lupa juga dengan penceritaan munculnya Friend yang berbeda untuk area yang berbeda pula, sesuai dengan habitat aslinya di dunia nyata untuk jenis hewan yang diwakili. Perilaku dan ciri-ciri para Friend yang ada pun dirancang mirip dengan hewan aslinya (kecuali yang udah punah kayak Aurochs atau cryptid kayak Tsuchinoko yang nggak ketauan mirip apa nggak).

Kedua, underlying system. Penonton nggak dibiarkan menerima begitu aja keberadaan makhluk-makhluk antropomorfik berdasarkan hewan-hewan tertentu tersebut, tapi ada pemaparan yang solid kenapa bisa ada sesuatu yang demikian. Hal kecil seperti kenapa Lucky Beast selalu bisu sebelum ada Kaban-chan punya alasan yang sangat rasional. Pengungkapan nature dari Cerulean pun bener-bener nggak terduga. Siapa sangka kalo "bahan dasar" Cerulean di episode terakhir berhubungan dengan salah satu episode yang keliatannya seolah-olah nggak nyambung... #inginmenjerit

Ketiga, pre-story timeline. Ini favorit saya, karena mengungkap apa yang pernah terjadi di Japari Park serta korelasinya dengan alur cerita Kaban dan Serval. Semacam ada timeline paralel yang membimbing Kaban dan teman-teman satwa unyu itu dalam mencapai ending. Adanya eksplorasi ke titik-titik peninggalan masa lalu juga menguatkan kentalnya fondasi misterius berjubahkan nuansa kepolosan. Penggambaran peninggalan benda-benda buatan yang ada juga tampak berkarat, roboh sebagian, ataupun punya bentuk degradasi lainnya, yang sukses besar menunjukkan secara samar-samar kalo ada sesuatu yang pernah terjadi di Japari Park. Anehnya, keberadaan segala benda tersebut nggak pernah dipertanyakan oleh para Friend yang tinggal di situ.................

Lewat pengisahan worldbuilding, segudang hal sukses digali dan dikorek-korek hingga pada akhirnya... saya nggak nyadar di episode terakhir udah memahami BUANYAK hal tentang Japari Park dan segala isinya! Hebatnya lagi, teknik show don't tell digunakan dengan AMAT SANGAT BAIK sehingga kebanyakan penonton nggak perlu pusing dengan eksposisi verbal super panjang (itulah kenapa saya nggak menggunakan kata "penjelasan" satu pun sejak tadi). Cukup nonton, amati dan pahami apapun yang ada di layar, lalu... Anda akan terhipnotis dan seolah-olah nyemplung ke dalam Japari Park!

Shoebill, serem-serem unyu.



Kemono Friends ini bisa saya katakan anime yang nggak terduga dengan segala konten abstraknya yang gila banget (segala aspek cerita), namun punya kelemahan yang AMAT SANGAT JELAS.

Dalam hal apa?

Visual!

Seperti yang saya katakan di kelebihan nomor 4, "bungkus" anime ini bikin sakit mata. Saya yakin, fans garis keras Kemono Friends pun nggak bisa menyangkal kalo anime ini diproduksi dengan 3D CG yang sangat mengganggu penglihatan (hanya mungkin mereka akan mengabaikan faktor visualnya). Frame rate-nya juga di bawah anime normal, mengakibatkan segala gerakan tampak kaku. Saya denger budget untuk anime ini memang tergolong kecil. Bahkan saking kecilnya, roda bus di video klip opening nggak pernah muter di 6 episode pertama. Kesimpulannya, berharap pada visual layaknya keluaran studio-studio besar itu bagaikan Kaban-chan merindukan bulan. #apasih #plak

Mohon maaf bagi Anda yang menilai anime ini dengan angka yang tingginya kebangetan atau malah 10/100/5 bintang, tapi saya amat sangat nggak setuju. Elemen ceritanya menutupi nilai? Saya setengah setuju. Tapi! Kalo sampe 10 itu ekstrimnya luar biasa. Nilai 9 pun saya masih agak-agak gimana gitu. Kalo Anda hanya menganggap elemen cerita cukup untuk membuat nilai suatu anime berada di angka maksimum, kenapa nggak baca novel aja sekalian? Kan murni cerita tuh, nggak perlu memandang faktor visual sama sekali. Well, tapi sebaliknya juga saya nggak setuju. Visual sempurna pun kalo ceritanya nggak komprehensif ya buat apaan juga. Mending sekalian liat-liat artbook berisi cewek-cewek menyegarkan atau animasi-animasi cerah bersinar tanpa cerita. Inget, anime adalah suatu karya kolaboratif antara audiovisual dan storyline. Menganggap salah satunya aja udah cukup untuk membuat satu anime dikatakan masterpiece adalah anggapan yang sangat nggak masuk akal.

Tapi kalo sekitar 7 atau 8 saya setuju kok. Saya memang tipe penonton yang lebih condong ke cerita daripada audiovisual. (≧∀≦)

Pohon baobab yang begitu asalnya dari Madagaskar.



Berapapun nilainya serta segala anggapan orang yang pro dan kontra, saya nggak bisa membantah kenyataan kalo anime ini SANGAT MELEDAK di Jepang. Bahkan director-nya aja bingung kenapa anime yang dia arahkan bisa meledak............

Itu artinya, bersiaplah untuk season 2! Soalnya saya masih penasaran isi tasnya Kaban! Dan semoga visualnya dibagusin!

Sambil nunggu season 2, ngopi dulu gan.



---------------



Rating:

8.1/10 (B rank) untuk Kemono Friends karena segala aspek dalam cerita yang top notch dan nggak bisa diduga sama sekali hanya dengan memandang luarnya. Juga untuk opening theme-nya yang asik~

Direkomendasikan untuk semua umur dan khususnya bagi penonton yang menggemari anime dengan worldbuilding solid.

Pic terakhir fanart aja deh.

***